Image

Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota Bunga Rampai Tulisan Simposium Penta KLABS V

Sinopsis

Perkembangan kota memerlukan kontribusi dari berbagai sektor tak terkecuali seni dan kreativitas dan suatu tempat lebih hidup dan manusiawi. Namun, ekosistem seni dan kreativitas di banyak kota-kota kecil bahkan kota besar sekalipun. Seringkali dianggap kurang memadai sehingga banyak pegiatnya tidak berumur panjang. Kolektif Hysteria selama 20 tahun terakhir mengembangkan metode dan strategi bagi komunitas yang aktif di kota-kota dengan ekosistem blangsak. Rendahnya dukungan publik, ketiadaan regulasi, politik anggaran, kampus seni, dan seterusnya adalah hal-hal yang sering dihadapi komunitas. Daya tahan 20 tahun serta strategi survival oleh Kolektif Hysteria harapannya bisa memberikan perspektif alternatif pada masa depan dan bersiasat menghadapi dinamika situasi lokal sehingga komunitas bisa berumur “Panjang” serta berkontribusi di mana mereka tinggal.

Pembacaan situasi semacam ini menjadi penting sebagai pijakan reflektif sekaligus politis. Bagaimana komunitas seni bisa terus hidup di tengah kota yang belum bisa sepenuhnya memberikan ruang. Dalam konteks ini, “Penyintasan Kultural” hadir sebagai cara untuk memahami strategi bertahan komunitas seni yang tak hanya berhadapan dengan minimnya dukungan, tapi juga dengan perubahan sosial, tekanan ekonomi hingga pengabaian secara birokrasi.

Simposium ini merupakan bagian dari rangkaian Penta K Labs 5 (event dua tahunan sites specific art project biennale oleh Kolektif Hysteria yang bekerja sama dengan Universita Katolik Soegijapranata, Fakultas Hukum dan Komunikasi, Program Studi Ilmu Komunikasi). Penta K Labs sendiri merupakanpertemuan antar stakeholder (kamu, kalian, kita - kampus- komunitas-kampung- kota) dengan wujud festival seni dan simposium untuk membincangkan satu topik tertentu secara komprehensif. Hal ini menjadi upaya untuk mengangkat narasi-narasi tentang daya hidup, siasat alternatif, dan peran komunitas dalam membentuk kota

download sinopsis/deksripsi

Rp. 100.000


Kota tidak lahir dari rancangan semata, melainkan tumbuh dari cerita, kebi asaan, dan kebersamaan warganya. Dari cara mereka menjaga ruang, menghidup kan tradisi, hingga menanam makna di setiap sudut jalan. Di situlah letak kepenyi tasan kultural, ketika komunitas menjadi penulis aktif atas kotanya sendiri.


Penulis: Fidelis A. Saintio (Editor)
Ukuran: 17,6 x 25.00
Isi: 322
Terbit: 2026
ISBN: -